Pengertian Transistor Menurut Para Ahli

 Pengetahuan

Transistor merupakan sebuah istilah yang umum dipakai dalam dunia elektronika. Transistor berasal dari kata “transfer” yang bermakna pemindahan dan “resistor” yang bermakna penghambat. Jadi, transistor secara sederhana dapat diartikan sebagai pemindahan atau peralihan bahan setengah penghantar menjadi penghantar pada suhu tertentu. Transistor juga dikenal sebagai piranti komponen elektronika yang terbuat dari bahan semikonduktor dam memiliki tiga macam elektroda, yakni dasar (basis), pengumpul (kolektor), dan pemancar (emitor). Hal-hal tersebut merupakan pengertian transistor secara umum, lalu bagaimana dengan pengertian transistor menurut para ahli? Tentunya lebih beragam dan dikemukakan oleh pakar-pakar berpengalaman di bidangnya.

8

Transistor memiliki beragam fungsi bagi kehidupan manusia. Fungsi-fungsi tersebut adalah sebagai  berikut.

  1. Pertama, transistor berfungsi sebagai penguat arus karena arus basis dapat memengaruhi arus kolektor. Perubahan kecil saja yang terjadi pada arus basis dapat menyebabkan perubahan cukup besar pada arus kolektor.
  2. Kedua, transistor berfungsi sebagai penguat tegangan dengan tujuan untuk memperbesar perubahan tegangan. Perubahan tegangan kecil antara dua titik pada suatu bagian rangkaian tersebut akan menimbulkan perubahan tegangan yang besar antara dua titik pada bagian lain di rangkaian tersebut.
  3. Ketiga, transistor berfungsi sebagai saklar elektronik, terutama pada peralatan elektronik digital seperti alat pengendali dan komputer. Prinsip kerjanya adalah arus basis kecil mengatur arus kolektor besar.
  4. Selain ketiga fungsi tersebut, transistor juga bisa dimanfaatkan sebagai penguat (amplifier), sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan (stabilisator), modus sinyal, dan lain sebagainya.

Di dalam pengertian transistor menurut para ahli, terdapat pula jenis-jenis transistor yang seringkali dipakai. Jenis-jenis transistor ini sangat berpengaruh dalam menentukan pembuatan rangkaian elektronika, terutama dalam pembuatan rangkaian amplifier, saklar, audio, general purpose, tegangan tinggi, dan lain-lain. Jenis-jenis transistor tersebut adalah transistor bipolar dan transistor efek medan. Transistor bipolar disebut juga transistor dwikutub memiliki tiga lapisan material semikonduktro yang terdiri atas dua lapisan inti (lapisan P-N-P dan lapisan N-P-N). transistor efek medan biasa disingkat dengan FET merupakan transistor yang memiliki tiga kaki terminal, yakni Drain (D), Source (S), dan Gate (G). Cara kerjanya adalah mengendalikan aliran elektron dari terminal Source ke Drain melalui tegangan yang diberikan pada terminal Gate.

Transistor memiliki cara kerja yang lebih simpel bila dibandingkan dengan komponen penguat lainnya, misalnya saja tabung elektronik. Transistor juga mampu berkembang secara berkala dan memiliki bentuk fisik yang terus berkembang sehingga menjadi pilihan utama para penyuka bidang elektronika dalam menyusun suatu rangkaian. Yang lebih disukai lagi adalah transistor sekarang telah menyatukan beragam fungsi dan beberapa jenis transiostor menjadi sebuah komponen yang lebih kompak dan biasa disebut dengan Integrated Circuit (IC). Bentuk-bentuk transformasi seperti inilah yang dinantikan oleh pengguna karena lebih efisien dan tepat guna. Begitu pula dengan perakit menjadi lebih mudah dalam bekerja dan minim risiko. Demikian ulasan mengenai pengertian transistor menurut para ahli. Semoga bisa memberikan wawasan bagi Anda dan semoga bermanfaat.

Silahkan Baca juga artikel menarik berikut ini : pengertian e-learning , pengertian mineral , pengertian tabel , pengertian cuaca , pengertian hyperlink , pengertian pengaruh , pengertian kartu kredit , pengertian jujur , pengertian transistor , pengertian pertanian , pengertian daftar pustaka

Related Posts