Pengertian Kloning Menurut Para Ahli Adalah

 Pengetahuan

Dunia ilmu pengetahuan semakin berkembang dari waktu ke waktu. Banyak sekali terobosan-terobosan baru yang bermunculan. Salah satunya yang menggemparkan adalah teknologi kloning. Apa itu kloning? Bagaimana pengertian kloning menurut para ahli adalah? Sebagai salah satu hasil penelitian terbaru, kloning menjadi bahan telaah yang menarik bagi para ilmuwan. Apalagi kloning masih terus dikembangkan dan penelitiannya masih berlanjut sampai sekarang. Karena alasan tersebut, kloning menjadi kajian yang sangat menarik untuk diperbincangkan lebih lanjut.

Secara etimologis, kloning berasal dari kata clone dari bahasa Yunani klon memiliki makna potongan yang digunakan untuk memperbanyak tanaman. Secara terminologis, kloning merupakan sebuah proses pembuatan sejumlah besar sel atau molekul yang identik dengan sel atau molekul aslinya. Kloning genetikan merupakan replikasi segmen DNA yang terjadi tanpa proses se*k*sual. Kloning dapat pula diartikan seb2agai suatu tindakan menggandakan keturunan tanpa fertilisasi, berasal dari induk yang sama, memiliki susunan dan jumlah gen yang sama, dan dimungkinkan memiliki fenotib yang sama. Saat ini, kloning juga dilakukan pada manusia dengan teknik membuat keturunan melalui kode genetik yang sama dengan induknya yang berupa manusia.

Berdasarkan pengertian kloning menurut para ahli, metode kloning ini berbeda dengan pembuahan biasa karena sel telur tidak memerlukan sel sperma untuk proses pembuahannya. Hal tersebut karena janin hasil proses kloning dibuat dengan mempersiapkan sel telur yang diambil intinya kemudian digabungkan dengan sel donor sebagai sel dewasa dari suatu organ tubuh. Hasil dari gabungan tersebut lalu ditanamkan ke dalam rahim dan dibiarkan tumbuh dalam rahim sampai dengan lahir. Sejauh ini ada tiga jenis kloning yang dikenal dalam ilmu pengetahuan, yakni kloning DNA rekombinan, kloning reproduktif, dan kloning terapeutik. Kloning DNA rekombinan adalah pemindahan sebian rantai DNA yang diinginkan dari organisme pada satu elemen replikasi genetik. Kloning reproduktif adalah kloning yang digunakan untuk menghasilkan hewan yang sama. Kloning terapeutik adalah kloning untuk memproduksi embrio manusia yang dimanfaatkan untuk penelitian sehingga tujuannya bukan untuk menghasilkan manusia baru, melainkan mendapatkan sel batang untuk mempelajari perkembangan manusia dan penyembuhan penyakit.

Sesuatu yang baru pasti menimbulkan pro dan kontra. Hal tersebut juga berlaku bagi kloning. Ada pandangan etika yang perlu untuk dipahami dari teknologi kloning ini, salah satunya adalah pandangan dari agama Islam. Menurut Ayman Nawash, kloning pada manusia akan membuat hilangnya keragaman manusia itu sendiri. Teknologi kloning memiliki tujuan untuk membuat duplikasi manusia yang sama persis dengan manusia asalnya. Namun, para ilmuwan biotek menyangkalnya. Mereka berpendapat bahwa teknologi kloning dibuat dengan tujuan untuk mendapatkan manusia yang lebih berkualitas dari manusia asalnya, baik secara fisik maupun psikis.

Pengertian kloning menurut para ahli memang tidak banyak diketahui oleh masyarakat karena kloning merupakan hal yang masih belum popular. Namun, tidak ada salahnya jika kita juga mengetahui ilmu mengenai teknologi kloning ini. Meski masih banyak pendapat yang berbeda mengenai kloning, para peneliti akan terus melakukan penelitian dan menyamakan pendapat mengenai kloning agar bisa dijadikan suatu ilmu yang bisa dipelajari secara luas.

Related Posts