Pengertian Bimbingan Konseling Menurut Para Ahli adalah

 Pengetahuan

Di lingkungan sekolah, anak sudah diperkenalkan dengan istilah konseling. Hal ini terdapat dalam materi Bimbingan Konseling yang biasanya diampu oleh guru BK. Dari situ anak sudah mengetahui bahwa ilmu mengenai konseling pasti berhubungan dengan permasalahan, psikologis, cara menyelesaikan suatu masalah, dan hal-hal yang berkenaan dengan masalah pribadi siswa. Namun, benarkah pengertian konseling dari segi ilmu seperti itu? Seperti apa pula pengertian Bimbingan konseling menurut para ahli adalah? Sebagai bahan untuk lebih memahami mengenai konseling, tidak ada salahnya bila kita mencoba mencari tahu kedua jawaban dari pertanyaan tersebut.

Konseling berasal dari kata counseling yang bermakna pemberian bimbingan oleh seseorang yang ahli (konselor) kepada seseorang dengan menggunakan metode prikologis. Pengertian lain menyebutkan bahwa konseling merupakan suatu kegiatan pemberian bantuan yang dilakukan oleh konselor kepada konseli sehingga  pemahaman terhadap kemampuan diri sendiri meningkat dalam memecahkan permasalahan yang ada. Konseling memang selalu berhubungan dengan ilmu psikologi untuk mendalami kepribadian dan cara seseorang dalam menyelesaikan masalah. Tak jarang pula konseling juga digunakan untuk lebih mengenal pribadi seseorang melalui bantuan konselor dengan cara berbicara secarang langsung (bertatap muka).

9

Untuk lebih memperjelas pemahaman mengenai konseling agar tidak salah kaprah, berikut ini ada beberapa pengertian konseling menurut para ahli, baik ahli di bidang psikologi maupun bukan.

  • Menurut Smith, konseling adalah proses konselor membantu konseli (klien) membuat interprestasi tentang fakta-fakta yang berhubungan dengan pilihan, rencana, atau penyesuaian-penyesuaian yang perlu dibuatnya.
  • Menurut Schertzer dan Stone, konseling adalah suatu upaya untuk membantu individu melalui proses interaksi bersifat pribadi antara konselor dan konseli agar konseli mampu memahami diri dan lingkungannya, mampu membuat keputusan dan menentukan tujuan berdasarkan nilai yang diyakininya.
  • Menurut Surya, konseling adalah seluruh upaya bantuan yang diberikan konselor kepada konseli agar dia mendapatkan konsep dan kepercayaan diri sendiri untuk dimanfaatkan dalam memperbaiki tingkah lakunya pada masa yang akan datang.
  • Menurut Jones, konseling adalah kegiatan pengumpulan fakta dan pengalaman siswa difokuskan pada masalah tertentu untuk diatasi sendiri oleh yang bersangkutan dengan diberi panduan pribadi dan langsung dalam pemecahan untuk klien.
  • Menurut Natawijaya, konseling adalah hubungan timbal balik antara dua orang, seorang konselor berusaha membantu yang klien untuk mencapai pengertian tentang dirinya sendiri dalam hubungan dengan masalah-masalah yang dihadapinya pada waktu yang akan datang.
  • Menurut Blocher, konseling adalah membantu individu agar dapat memahami dirinya sendiri dan memberikan reaksi terhadap pengaruh-pengaruh lingkungan yang diterimanya.
  • Menurut Berdnard & Fullmer, konseling adalah pemahaman dan hubungan individu untuk mengungkapkan kebutuhan-kebutuhan, motivasi, dan potensi-potensi yang unik dari individu dan membantu individu yang bersangkutan untuk mengapresiasikan ketiga hal tersebut.
  • Menurut Prayitno dan Erman Amti, konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (klien) bertujuan teratasinya masalah yang dihadapi klien.

Berdasarkan pengertian konseling menurut para ahli di atas bisa diketahui pula mengenai tujuan dari konseling. Tujuan tersebut dibagi menjadi dua, yakni tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umumnya adalah mengatasi masalah yang dialami oleh kliennya. Sedangkan tujuan khususnya adalah memahami seluk beluk masalah klien secara lebih mendalam, komprehensif, positif, dan dinamis.

Related Posts