Pengertian Konflik Sosial Menurut Para Ahli

 Pengetahuan

Menjalani kehidupan sebagai makhluk sosial membuat manusia tak bisa terlepas dari yang namanya konflik, termasuk konflik sosial yang memang sering terjadi di masyarakat. Terkadang konflik memang diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat, tujuannya bukan untuk mencari musuh melainkan untuk menyelami pribadi masing-masing orang dan mempelajari cara menyelesaikan masalah yang terbaik bagi semua pihak. Hal tersebut tersaji dalam pengertian konflik sosial menurut para ahli. Dalam menghadapi konflik juga tidak boleh dengan mengedepankan emosi dan ego semata, harus ada sikap sabar, saling menghargai, dan menomorsatukan rasa persaudaraan. Konflik sosial memang bisa dicegah dengan berperilaku dan bertutur kata yang baik agar tidak menjadi pemicu.

Konflik berasal dari bahasa Latin configere yang bermakna saling memukul. Di dalam ilmu sosiologis, konflik adalah suatu proses sosial antara dua orang atau lebih, salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak yang lainnya dengan cara membuatnya tidak berdaya. Konflik ini bisa terjadi karena adanya perbedaan ide, pendapat, paham, dan kepentingan di antara kedua pihak tersebut. Konflik ini bisa berupa konflik fisik dan konflik non-fisik. Konflik fisik biasanya berupa pukulan, tendangan, tamparan, dan kekerasan fisik lainnya. sedangkan konflik non-fisik bisa berupa perang mulut (bertengkar), perang dingin (tidak saling menyapa), sindiran, dan lain sebagainya.

5

Pengertian konflik sosial menurut para ahli sangatlah beragam, tergantung dari segi apa para pakar tersebut mengartikannya. Berikut ini adalah beberapa paparan definisi konflik sosial menurut para ahli.

  • Menurut Clinton, konflik adalah suatu interaksi antagonis mencakup tingkah laku yang tampak jelas mulai dari bentuk perlawanan halus, terkontrol, tersembunyi, tak langsung, sampai pada bentuk perlawanan terbuka.
  • Menurut Fisher, konflik bisa terjadi karena hubungan antara dua pihak atau lebih (individu atau kelompok) yang memiliki atau merasa memiliki tujuan-tujuan yang tidak sejalan.
  • Menurut Cassel Concise, konflik adalah suatu pertarungan, benturan, pergulatan, pertentangan kepentingan, pergulatan mental, dan penderitaan batin.
  • Menurut Taquiri, konflik adalah suatu warisan kehidupan sosial yang berlaku dalam berbagai keadaan karena ketidaksetujuan, kontroversi, dan pertentangan di antara kedua pihak atau lebih secara terus-menerus.
  • Menurut Wexley &Yukl, konflik adalah perselisihan atau perjuangan di antara dua pihak yang ditandai dengan menunjukkan permusuhan secara terbuka dan atau mengganggu dengan sengaja pencapaian tujuan pihak yang menjadi lawannya.
  • Menurut White & Bednar, konflik sosial adalah interaksi antara orang-orang atau kelompok yang saling bergantung, tetapi merasakan adanya tujuan yang saling bertentangan dan mengganggu dalam mencapai tujuan itu.
  • Menurut Muchlas, konflik adalah suatu bentuk interaktis yang terjadi pada tingkatan individual, interpersonal, kelompok atau pada tingkat organisasi.

Pada dasarnya konflik akan selalu ada selama masyarakat masih memiliki kepentingan secara kelompok atau berhubungan dengan orang lain. Penyebab timbulnya konflik karena adanya perbedaan, baik berupa perbedaan kemampuan, tujuan, kepentinga, paham, nilai, norma, dan berbagai perbedaan lainnya. hal tersebut jelas-jelas termuat di dalam pengertian konflik sosial menurut para ahli yang telah dijabarkan di atas. Cara menghindari konflik bisa dilakukan dengan menghindari penyebab-penyebabnya yang terkadang merupakan hal sepel yang dibesar-besarkan.

Related Posts