Penyebab penyakit Virus polio, pencegahannya, ciri-ciri dan pengobatannya

 Kesehatan

Penyebab penyakit virus polio, pencegahannya, ciri-ciri dan pengobatannya – Penyakit polio adalah infeksi virus yang sangat menular, penyakit polio dapat menyerang seluruh tubuh (otot dan saraf) dan menyebabkan kelemahan otot yang sifatnya permanen, dan kelumpuhan atau kematian. Penyebab penyakit polio, pencegahannya, ciri-ciri dan pengobatannya. Penyebab penyakit polio adalah virus. Virus masuk melalui mulut dan hidung, berkembangbiak di dalam tenggorokan dan saluran pencernaan, lalu diserap dan disebarkan melalui sistem pembuluh darah dan pembuluh getah bening. Virus dapat menular melalui tinja penderita dan percikan ludah penderita. Orang yang terinfeksi polio karena bepergian ke daerah yang masih sering ditemukan polio, belum mendapatkan imunisasi polio, kehamilan, Luka di mulut/hidung/tenggorokan, kelelahan fisik yang luar biasa dan stress yang dapat melemahkan system kekebalan tubuh.

Penyebab penyakit polio, pencegahannya, ciri-ciri dan pengobatannya. Pencegahan penyakit polio memberikan Vaksin Salk yang merupakan vaksin virus polio yang tidak aktif, Vaksin Sabin yang merupakan vaksin virus polio hidup, orang dewasa yang belum pernah mendapatkan imunisasi polio dan hendak mengadakan perjalanan ke daerah yang masih sering terjadi polio, sebaiknya menjalani vaksinasi terlebih dahulu.

10

Penyebab penyakit polio, pencegahannya, ciri-ciri dan pengobatannya. Ciri-ciri penyakit polio yaitu ada 3 : Non-paralitik, Paralitik, Infeksi subklinis. Ada 95% kasus merupakan infeksi subklinis. Poliomielitis klinis menyerang sistem saraf pusat (otak dan korda spinalis) serta erbagi menjadi non-paralitik serta paralitik. Infeksi klinis bisa terjadi setelah penderita sembuh dari suatu infeksi subklinis.

 1).Gejala non-paralitik yaitu muntah, diare, kelelahan yang luar biasa, demam sedang, sakit kepala, kaku kuduk, rewel nyeri atau kaku punggung, lengan, tungkai, perut kejang dan nyeri otot, nyeri leher, nyeri leher bagian depan, nyeri punggung, nyeri tungkai atau otot betis, ruam kulit atau luka di kulit yang terasa nyeri , dan kekakuan otot.

2). Gejala paralik yaitu sakit kepala,kaku kuduk dan punggung, kelemahan otot asimetrik, onsetnya cepat, segera berkembang menjadi kelumpuhan, lokasinya tergantung kepada bagian korda spinalis yang terkena perasaan ganjil/aneh di daerah yang terkena (seperti tertusuk jarum), peka terhadap sentuhan (sentuhan ringan bisa menimbulkan nyeri), kesulitan untuk berkemih, sembelit, perut kembung, gangguan menelan, ngiler, gangguan pernafasan, rewel atau tidak dapat mengendalikan emosi, nyeri otot , kejang otot, terutama otot betis, leher atau punggung.

3). Infeksi subklinis yaitu tidak enak badan, nyeri tenggorokan, demam ringan, sakit kepala, tenggorokan tampak merah dan muntah.

Penyebab penyakit polio, pencegahannya, ciri-ciri dan pengobatannya.  Sebenarnya penyakit  polio tidak dapat disembuhkan,Pengobatan penyakit polio hanya bertujuan mengontrol gejala sewaktu infeksi berlangsung. Perlengkapan medis vital untuk menyelamatkan nyawa, terutama membantu pernafasan mungkin diperlukan pada kasus yang parah. Jika terjadi infeksi saluran kemih, diberikan antibiotik. Untuk memaksimalkan pemulihan kekuatan dan fungsi otot mungkin perlu dilakukan terapi fisik, pemakaian sepatu korektif atau penyangga maupun pembedahan ortopedik dan untuk mengurangi sakit kepala, nyeri dan kejang otot, bisa diberikan obat pereda nyeri. Kejang dan nyeri otot juga bisa dikurangi dengan dikompres dengan air hangat.

Related Posts