Pengertian Stratifikasi Sosial Menurut Para Ahli

 Pengetahuan

Stratifikasi sosial mungkin bukan lagi istilah asing di masyarakat, tetapi tak sedikit pula yang masih belum memahaminya. Mungkin beberapa orang mengenalnya dengan istilah yang lain, yakni tingkatan sosial, strata sosial, atau dalam budaya bali dikenal dengan nama kasta. Pengertian stratifikasi sosial menurut para ahli menjadi bahan yang menarik untuk dikupas karena berhubungan dengan keadaan sosial seseorang di masyarakat. Stratifikasi sosial berasal dari sebuah kiasan yang menggambarkan keadaan masyarakat dalam sebuah kehidupan. Stratifikasi sosial ini bisa dilihat di kehidupan sekitar dimana manusia hidup berdasarkan tingkatan-tingkatan sosial yang bisa diukur dari segi ekonomi, derajat, keturunan, dan sebagainya.

Stratifikasi sosial berasal dari bahasa Latin stratum yang bermakna tingkatan dan socius yang bermakna teman atau masyarakat. Jadi, secara umum sesuai istilahnya, stratifikasi sosial bisa dimaknai sebagai tingkatan sosial yang ada di dalam masyarakat. Stratifikasi sosial muncul di masyarakat karena adanya perbedaan golongan tingkat kedudukan atau kelas yang diyakini di masing-masing kelompok masyarakat. Pengelompokan ini dilakukan secara vertikal sehingga terdapat tingkatan-tingkatan mulai dari yang paling rendah hingga yang paling tinggi.

77

Stratifikasi sosial engupas banyak hal mengenai tingkatan sosial masyarakat. Istilah yang bisa juga disebut dengan pelapisan sosial ini memiliki dasar yang jelas, yakni sistem kebudayaan dan kepercayaan yang ada di masyarakat. Berikut ini ada beberapa pengertian stratifikasi sosial menurut para ahli yang bisa dijadikan tambahan pemahaman mengenai konsep dasarnya.

  • Menurut P.J. Bouman, stratifikasi sosial adalah golongan manusia yang hidup dalam kesadaran akan hak-hak istimewa tertentu karena gengsi di masyarakat.
  • Menurut Robert M. Z. Lawang, stratifikasi sosial adalah penggolongan orang-orang dalam suatu sistem sosial ke dalam lapisan-lapisan hierarki sesuai dimensi kekuasaan, privilege, dan prestise.
  • Menurut Soerjono Soekanto, stratifikasi sosial adalah perbedaan penduduk ke dalam kelas-kelas yang diurutkan secara bertingkat.
  • Menurut Astrid S. Susanto, stratifikasi sosial adalah kebiasaan hubungan antarmanusia disusun secara teratur sehingga seseorang memiliki situasi yang menentukan hubungannya dengan seseorang secara vertikal dan horizontal dalam masyarakat.
  • Menurut Bruce J. Cohen, stratifikasi sosial adalah sebuah sistem yang menempatkan seseorang sesuai dengan kualitas yang dimiliki dan kelas sosial yang sesuai.
  • Menurut Pitrim A. Sorokin, stratifikasi sosial adalah pembedaan masyarakat dalam kelas-kelas secara bertingkat.
  • Menurut Horton dan Hunt, stratifikasi sosial adalah sistem perbedaan status yang berlaku dalam suatu masyarakat.
  • Menurut Cuber, stratifikasi sosial adalah suatu pola yang diletakkan di atas kategori dari hak-hak yang berbeda.

Sebenarnya, meski pengertian stratifikasi sosial menurut para ahli baru ada di zaman modern ini, stratifikasi sosial telah ada sejak zaman dulu karena hampir semua masyarakat adat yang tergabung dalam suku-suku di Indonesia telah memilikinya. Pada awalnya masyarakat purba menggolongkan diri mereka berdasarkan gender dan usia, yakni wanita yang bercocok tanam dan pria yang berburu. Namun, seiring dengan perkembangan kehidupan sosial, lama-lama standar penentu tingkatan tersebut semakin banyak, yakni menurut harta benda kepemilikan, kemampuan memimpin, kemampuan berbicara dengan arwah nenek moyang, dan kemampuan dalam mengalahkan hewan tertentu. Dari hal-hal sederhana itulah stratifikasi sosial terus berkembang hingga saat ini.

Silahkan Baca juga artikel menarik berikut ini : pengertian tabungan , pengertian bimbingan konseling , pengertian biaya , pengertian visi , pengertian sekolah , pengertian etika bisnis , pengertian efektif , pengertian stratifikasi sosial , pengertian pertumbuhan , pengertian likuiditas , pengertian syair

Related Posts