Pengertian Puasa Menurut Para Ahli

 Pengetahuan

                Sebagai seorang muslim yang memeluk agama Islam, istilah puasa tentunya sudah tidak asing lagi bagi Anda. Sebenarnya, ibadah puasa tidak hanya dilakukan oleh umat muslim saja. Agama selain islam juga menganjurkan umatnya untuk melaksanakan ibadah puasa pada waktu-waktu dan alasan-alasan tertentu. Apa itu puasa? Apa pula pengertian puasa menurut para ahli agama? Menurut dunia kesehatan, puasa adalah cara diet alami yang sehat. Bahkan bagi ibu hamil pun puasa bisa menyehatkan badan dan bayi dalam kandungannya. Itu merupakan sebagian kecil dari nikmat dan manfaat puasa. Selain bisa membersihkan hati dan iman dari hal-hal yang kotor (dosa), puasa juga bisa membersihkan organ-organ tubuh kita dari penyakit.

9

                Kata puasa diadopsi dari bahasa Arab yaitu kata Shiyam. Kata ini disebut dalam Al-Quran sebanyak 13 kali. 112 dalam pengertian hukum syariat, dan sekali yang berarti menahan diri untuk tidak berbicara. Kata Shaum untuk arti kedua terdapat dalam firman Allah swt ketika berkisah tentang Maryam:

“Sesungguhnya Aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini.” (QS. Maryam 19: 26).

Aneka bentuk kata yang berarti puasa dalam al-Quran, kesemuanya terambil dari akar kata yang sama yakni sa-wa-ma yang dari segi bahasa maknanya berkisar pada menahan dan berhenti atau tidak bergerak dari sesuatu. Sedang menurut istilah para ahli fikih, puasa adalah menahan diri dari sesuatu yang membatalkan puasa selama satu hari penuh mulai dari terbitnya fajar sodiq sampai terbenamnya matahari dengan suatu persyaratan.

                Selain pengertian secara bahasa di atas, ada pula definisi puasa yang dikemukakan oleh beberapa ahli. Berikut ini adalah pengertian puasa menurut para ahli agama.

  • Menurut Mohammad Asad, puasa adalah “the obstinence of speech” memaksa diri untuk tidak bercakap-cakap. Perkataan yang negatif, berbahaya dan merugikan seperti memfitnah, berbohong, caci maki, berkata-kata po*rno, mengadu domba dan sebagainya.
  • Menurut Hasbi Ash Shiddieqy, puasa bisa menjadikan orang mampu membiasakan diri untuk dapat bersifat dengan salah satu sifat Allah. Sifat, tidak makan dan minum meskipun hanya untuk sementara waktu, sekaligus dapat menyerupakan diri dengan orang-orang yang muraqabah.
  • Menurut Yusuf al-Qardawi , puasa sebagai sarana pensucian jiwa dan raga dari segala hal yang memberatkan dalam kehidupan dunia sekaligus bentuk manifestasi rasa ketaatan seseorang dalam melaksanakan perintah Allah swt, dalam hal meninggalkan segala larangan untuk melatih jiwa dalam rangka menyempurnakan ibadah kepada-Nya.
  • Menurut Syeikh Mansur Ali Nashif, puasa dapat menjadi benteng dan pemelihara dari perbuatan-perbuatan maksiat. Dikatakan demikian karena puasa dapat menghancurkan nafsu syahwat, bahkan dapat memelihara diri pelakunya dari api neraka.

                Selain pengertian puasa menurut para ahli, yang perlu diperhatikan pula adalah jenis-jenis puasa yang diajarkan oleh Islam. Jenis-jenis puasa yang dimaksud adalah puasa wajib dan puasa sunah. Puasa wajib meliputi puasa Ramadhan, puasa Nazar, puasa Kafarat, dan puasa Qada. Sedangkan puasa sunah meliputi puasa Senin-Kamis, puasa Syawal, Puasa Arafah, Puasa Tasu’a dan Asyura, Puasa Dzulhijjah, Puasa Rajab, dan puasa lainnya.

Silahkan Baca juga artikel menarik berikut ini :  pengertian teknologi informasi , pengertian penduduk , pengertian metode , pengertian hasil belajar , pengertian multimedia , pengertian iklan , pengertian keluarga , pengertian diskusi , pengertian dns , pengertian puasa , pengertian antropologi

Related Posts