Pengertian Imunisasi Menurut Para Ahli

 Pengetahuan

                Istilah imunisasi jelas sudah tidak asing lagi di telinga kita. Sejak bayi kita telah terbiasa dengan penyebutan istilah tersebut, bahkan kita mengalaminya sendiri sejak masih berumur beberapa hari setelah dilahirkan. Selama ini imunisasi selalu diartikan sebagai kekebalan tubuh, namun bagaimana pengertiannya secara lengkap? Termasuk juga dengan bagaimana pengertian imunisasi menurut para ahli? Imunisasi menjadi prosedur yang wajib dilalui oleh semua bayi karena bisa memberikan kekebalan terhadap berbagai macam penyakit. Dulu sebelum imunisasi rutin diberikan, banyak bayi yang terserang penyakit sehingga menyebabkan angka kematian bayi menjadi tinggi.

                Imunisasi berasal dari kata imun yang berarti kebal atau resisten. Imunisasi diartikan sebagai proses pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan cara memasukkan zat-zat tertentu ke dalam tubuh agar tubuh bisa tahan terhadap penyakit. Zat-zat yang dimaksukkan tersebut adalah vaksin yang berfungsi untuk melemahkan dan membunuh bagian-bagian dari virus atau bakteri di dalam tubuh. Vaksin tersebut dimasukkan ke dalam tubuh seseorang dengan cara memberi suntikan atau diminum layaknya obat. Vaksin yang masuk akan bereaksi di dalam tubuh dan membentuk antibody yang sangat berguna bagi kekebalan tubuh. Imunisasi ini biasanya difokuskan pada anak-anak karena merka masih belum memiliki sistem kekebalan tubuh layaknya orang dewasa.

9

                Pengertian imunisasi menurut para ahli perlu untuk dipelajari karena imunisasi merupakan salah satu cara untuk mengurangi angka kematian yang diwajibkan oleh pemerintah. Namun, tidak semua jenis imunisasi diwajibkan oleh pemerintah. Jenis-jenis imunisasi yang diwajibkan adalah vaksin BCG untuk penyakit TBC (tubercolocis), hepatitis B yang diberikan 12 jam setelah bayi lahir, Polio yang diberikan untuk mencegah penyakit poliomyelitis, vaksin DPT yang diberikan untuk mencegah penyakit difteri, pertussis, dan tetanus, serta vaksin campak yang diberikan pada usia 9 bulan dan 6 tahun. Selain jenis-jenis imunisasi di atas, ada pula jenis imunisasi yang belum diwajibkan oleh pemerintah, tetapi juga penting bagi kekebalan, yakni vaksin Hib untuk mencegah penyakit meningitis atau radang selaput otak, vaksin MMR untuk mencegah pengakit gondongan, vaksin hepatitis A yang diberikan pada usia di atas 2 tahun, dan vaksin tifoid yang diberikan di atas usia 2 tahun juga.

                Jenis-jensi vaksin imunisasi di atas harus diberikan tepat waktu dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Sebaiknya, ibu hail berkonsultasi dengan dokter atau bidan agar mengetahui jadwal-jadwal yang tepat. Terlambat atau lupa memberikan vaksin kepada anak akan berakibat fatal di kemudian hari. Selalu pantau dan amati setiap jadwal dan jenis imunisasi yang harus didapatkan oleh anak Anda. selain jenis imunisasi wajib, alangkah lebih baiknya bila Anda juga memberikan jenis vaksin yang belum diwajibkan pemerintah tetapi sangat diperlukan bagi tumbuh kembang anak.

                Pengertian imunisasi menurut para ahli memang tidak bisa dianggap remeh. Segala hal yang menyangkut masalah kesehatan harus diperhatikan dan dipikirkan dengan saksama. Imunisasi merupakan salah satu cara agar anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Tentunya hal ini bisa lebih bermanfaat dan memberikan hasil maksimal bila ibu bisa memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kepada bayinya.

Silahkan Baca juga artikel menarik berikut ini : pengertian corel draw , pengertian mysql , pengertian hipertensi , pengertian power point , pengertian basis data , pengertian kas , pengertian mouse , pengertian ftp , pengertian prestasi belajar , pengertian imunisasi , pengertian struktur organisasi

Related Posts