Pengertian Orde Baru Menurut Para Ahli

 Pengetahuan

                Pemerintahan Orde Baru bukan hal yang asing lagi bagi kita, apalagi bagi Anda yang pernah merasakan keuntungan dan kerugian pemerintahan zaman tersebut. Orde Baru selalu identik dengan sebutan pemerintahan pembangunan karena saat itu presiden Republik Indonesia, Soeharto, merupakan Bapak Pembangunan Indonesia. Disebut Bapak Pembangunan karena beliau selalu mengedepankan pembangunan infrastruktur di negara ini dan berusaha memajukannya lewat terobosan-terobosan baru mengenai arsitektur. Pengaruh era pemerintahan ini sangat kuat sehingga banyak pakar yang membahas mengenai pengertian Orde Baru menurut para ahli yang nantinya bisa dipelajari. Orde Baru memang dikenal sebagai salah satu masa pemerintahan yang banyak dibicarakan dan membuat Indonesia menjadi negara yang dikenal oleh dunia.

                Orde Baru adalah sebuah tatanan kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara yang mengembalikan tata pelaksananya kepada Pancasila dan UUD 1945 secara konsekuen dan seutuhnya. Dari pengertian tersebut bisa diketahui bahwa Orde Baru mempunyai tekad yang kuat untuk mengabdikan pemerintahan pada kepentingan rakyat dan negara dengan berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasarnya. Pemerintahan Orde Baru merupakan pergantian dari pemerintahan orde lama yang berlangsung sejak tahun 1966 hingga 1998. Masa penerintahan ini sangat identik dengan pemerintahan Presiden Soeharto. Dalam waktu 32 tahun tersebut perekonomian Indonesia berkembang sangat pesat, meski ironisnya hal tersebut dibarengi dengan praktik korupsi yang tak bisa dianggap sepele.

2

                Dalam pengertian Orde Baru menurut para ahli tecermin dalam sejarah terbentuknya masa pemerintahan tersebut. Masa pemerintahan Orde Baru diawali dengan munculnya Surat Perintah 11 Maret 1966 yang dikenal sebagai Supersemar. Tujuan utama pembentukan pemerintahan ini adalah untuk melaksanakan pemerintahan yang murni sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Namun, peran negara menjadi sangat besar dan cenderung otoriter karena mendominasi kehidupan masyarakat dengan alasan menjaga dari bahaya komunis. Pada saat itu keberadaan komunis atau PKI memang masih merajalela. Apalagi Orde Baru muncul setelah peristiwa Gerakan 30 September 1956 PKI atau G 30 S/PKI bergejolak di Indonesia.

                Setelah Supersemar resmi dikeluarkan, Letnan Jenderal Soeharto mengeluarkan surat keputusan yang berisi mengenai pembubaran dan pelarangan PKI dan organisasi masyarakat sejenis beraktivitas dan ada di Indonesia. Surat keputusan tersebut dikeluarkan tanggal 12 Maret 1966, tepat sehari setelah Supersemar. Kemudian pada tanggal 18 Maret 1966, Soeharto mengamankan 15 orang menteri yang dianggap tersangkut dengan kegiatan G 30 S/PKI. Keanggotaan PKI dalam MPRS dinyatakan gugur, lalu peran dan kedudukan MPRS dikembaikan sesuai dengan UUD 1945, yakni berada di atas presiden. Rentetan kejadian di bulan Maret tersebut membuat Orde Baru semakin menancapkan ketegasan dalam pemerintahan.

                Sesuai dengan pengertian Orde Baru menurut para ahli, salah satu hal yangberkembang pesat di masa tersebut adalah di sektor perekonomian. Awal pemerintahan Orde Baru diwarisi dengan sistem perekonomian yang sangat tidak stabil, ditandai dengan pendapatan per kapita penduduk Indonesia yang hanya mencapai 70 dollar AS, inflasi mencapai 56%, dan rusaknya sarana-sarana ekonomi akibat banyaknya konflik yang terjadi pada masa Soekarno. Dengan keadaan awal yang seperti itu, Orde Baru mampu bangkit dan memperbaiki semuanya, tentunya hal itu tak lepas dari peran Presiden Soeharto yang bekerja keras membangun Indonesia menjadi negeri yang lebih maju.

Silahkan Baca juga artikel menarik berikut ini : pengertian mahasiswa , pengertian mailing list , pengertian orde baru , pengertian alquran , pengertian monitor , pengertian perangkat lunak , pengertian web server , pengertian hak cipta , pengertian seni budaya , pengertian administrasi perkantoran , pengertian deposito

Related Posts